Minggu, 11 Mei 2008
Jumat, 09 Mei 2008
Antara Jardiknas, Pustekkom, Microsoft dan Intel (Akhir)
Nah, mari kita perhatikan dengan tingkah lakunya Pustekkom. Mereka merebut jardiknas dengan alasan tupoksi. Dengan demikian, seluruh tetek bengek di Depdiknas yang berhubungan dengan Komputer dan sejenisnya, bakal berada dibawah kendali mereka. Nah, kemudian perhatikan lagi klo mereka akan melaksanakan yang namanya PETIK (Pelatihan TIK) dimana mereka menggunakan trainer2 dan kurikulum Microsoft n Intel, jauh berseberangan dengan PIJAR yang menggunakan assesor2 KKPI lulusan VEDC Malang. Kenapa mereka dekat2 dengan microsof n intel?karena sesuai janji Bill Gates yang akan memberikan S/W Microsoft gratis untuk pendidikan jika pemerintah bisa menyiapkan komputer murah dalam jumlah besar untuk sekolah2 di Indonesia.
Nah, akhirnya dengan segala keterbatasa dan pikiran pendek yang saya miliki, dapat saya ramalkan bahwa skenario yang terjadi adalah :
1. Pus***om menginginkan proyek pengadaan Komputer untuk Sekolah-sekolah yang kabarnya hampir mencapai 1 TRILIUN.
2. Untuk mendapatkan proyek tsb, mereka harus menguasai Jardiknas dimana merupakan Jejaring TIK Pendidikan yang sudah sangat besar (bahkan Jejaring terbesar di Indonesia).
3. Untuk mengambil alih Jardiknas maka perlu lobby kesana-kesini termasuk ke DPR makanya LG kemaren-kemaren sering terluha di DPR.
4. Untuk merayu Perwakilan Rakyar yth tsb, bukan cuma perlu ngomong tapi juga duit. maka dutinya di dapat dari selisih biaya Maintenance sejumlah Rp 20.000.000.000 tsb.
5. PETIK dengan menggandeng Intel n Microsoft ya sudah pasti demi memuliskan Proyek ini.

SIAPA YANG GAK MAU DAPAT PROYEK 1 TRILIUN + SOFTWARE MS GRATIS???MOHON MAAF JIKA SALAH HANYA UMPATAN SAYA YANG
SAKIT HATI ATAS
KEADAAN YANG SEPERTI INI. LUPAKAN KALAU SALAH DAN SADARLAH JIKA BENAR.HORMAT SAYA,
Antara Jardiknas, Pustekkom, Microsoft dan Intel (3)
Nah, kita berlanjut tentang kecurigaan-kecurigaan publik jardiknas tentang apa sih yang sebenarnya terjadi dibalik peristiwa pemindahan jardiknas dari BPKLN ke Pustekkom ini?
1. Sebelum peristiwa pemindahan ini, sang LG (bosnya pustekkom) sering mondar-mandir berkunjung ke gedung DPR.
2. Terjadi selisih luar biasa pada anggaran tim Jardiknas Pustekkom dan ex. Tim Jardiknas PKLN sebesar 20 M pada item biaya maintenance.
Coba anda perhatikan ulasan berikut, ketika tim Jardiknas PKLN mengusulkan biaya-biaya pengelolaan Jardiknas pada DPR dan ini DISETUJUI OLEH DPR, kok tiba-tiba DPR berpindah pada Pustekkom?. Lalu kenapa mereka berubah pendirian?hal ini bisa kita kaitkan dengan selisih 20 Milyar Rupiah biaya Maintenace Jardiknas dari semuala cuma 3 milyar oleh ex.tim Jardiknas PKLN membengkak jadi 23 Milyar ketika berpindah tangan ke tim jardiknas Pustekkom.
Kemudian, perhatikan bahwa kontrak Bandwith Internet Jardiknas dari semula 200 Mbps turun drastis jadi 50 Mbps pada pihak PT.Telkom. Penurunan ini dikaitkan dengan perintah Menteri Keuangan dan jajaran menteri perekonomian untuk memangkas anggaran tiap Departemen dipusat. lalu ketika ANGGARAN DI PANGKAS, KOK BIAYA MAINTENACE YANG GAK JELAS ITU BISA BERUBAH JADI 23 M dari cuma 3 M???
Nah, perhatikan juga uraian berikut. Pemindahan pengelolaan Jardiknas ke Pustekkom adalah atas permintaan MENDIKNAS DAN DPR ATAS ALASAN TUPOKSI (TUGAS POKOK DAN FUNGSI). Kenapa Tupoksi tsb baru didengang dengungkan setelah JARDIKNAS begitu dahsyat bagi daerah-daerah?menjangkau pelosok-pelosok negri, menghubungkan berbagai element dan lembaga di bawah naungan Depdiknas. Kenapa bukan Pustekkom aja yang membangunnya dari awal? Apa pustekkom gak punya inisiatif? gak punya kerjaan? tupoksinya cuma merampok hasil kerja orang lain? Ngurus TVE aja gak becus, mo ngurus yang lain lagi. Itulah yang jadi janggalan selama ini, ketika Jardiknas harus diambil oleh Bapak tirinya, sungguh sayang, rasanya kecewa aja kerja keras selama ini demi jardiknas kalau harus diambil orang.
Kamis, 08 Mei 2008
Antara Jardiknas, Pustekkom, Microsoft dan intel (2)
Ini lanjutan cerita kemaren. Nah, setelah sekelumit cerit manis nya jardiknas, kini kita masuki cerita pahitnya jardiknas.
Januari 2008, berbagai desas desus menyebar ke daerah. kabarnya Jardiknas akan di ambil alih (entah oleh siapa) kemudian Internet Jardiknas akan di putus (only intranet wae..pah-hit). Mulailah aktivis2 ICT daerah bergerilya mencari kebenarannya. Dan akhirnya, bulan maret semuanya mulai terungkap. dan ternyata Pengelolaan Jardiknas diambil alih oleh Pustekkom per 1 April 2008. Padahal tim ICT PKLN sudah menawarkan kerjasama selama 1 tahun untuk bersama-sama menjaga Jardiknas, namun karena sang bos Pustekkom Lilik Gani bersikeras, apalah daya, tim ICT PKLN dengan ikhlas merelakan apa yang sudah mereka bangun dengan susah payah bersama komponen-komponen TIm ICT di daerah diambil alih.
Penolakan, pro kontra dsb mulai merebak di milist-milist jardiknas, d3-tkj, dan dikmenjur. Semuanya bernada kecewa dan menyesalkan kenapa harus diambil pustekkom. Sebagian besar mersa kecewa dengan kinerja pustekkom dengan TVE nya yang hidup segan mati tak mau. Jujur saja, mana sih yang lebih menarik bagi siswa antara TV dan Internet? coba tanyakan pada mereka? belum lagi jadwal TVE yang tak pasti, membuat bingung guru-guru di sekolah, alhasil bantuan Parabolda dan TV pun sekedar buat nonton TV Swasta. itulah salah satu alasa penolakan mereka, takut kalau-kalau jardiknas bakal mati.
Masalah datang lagi, internet Jardiknas yang di dapat dari 3 jalur USA, Singapure dan Malaysia melalui Astinet Telkom dikurangi dari 200 MBps shared se-indonesia dikurangi jadi 100 MBps dan saat ini tinggal 50 Mbps..owgh...lumayan dari apda benar-benar di putus sama-sekali.
Antara Jardiknas, Pustekkom, Microsoft dan Intel (1)
Sekedar uneg-uneg, sekedar berbagi cerita dan sekedar PENDAPAT saya. Kisah ini bermula beberapa tahun lalu, dimulai oleh seorang Gatot HP, direktur Dikmenjur Depdiknas yang memulai pengembangan jurusan TI di SMK-SMK. Kemudian program nya berlanjut dengan Schoolmaps, JIS, WAN Kota dan ICT Center. Setiap sekolah SMK di tiap kab/kota diberikan koneksi internet dan dari SMK tsb menyebarkan ke sekolah-sekolah di sekitarnya.
2006, Gatot HP diangkat jadi Kabiro PKLN Depdiknas. Program yang dirintisnya pun naik pangkat jadi JARDIKNAS (Jejaring Pendidikan Nasional), menjangkau 33 kantor dinas pendidikan provinsi se indonesia, dan 441 dinas kab/kota. ICT-ICT Center dan puluhan ribu sekolah se indonesia apat INTERNET GRATIS. Ribuan mahasiswa diberi beasiswa dan kuliah di D3-TKJ yang tugasnya menjaga, memelihara dan memperbaiki JARDIKNAS di daerah masing-masing. Ribuan guru juga di kuliahkan s1-PGSD dengan memanfatkan teknologi, ICT-ICT daerah di berdayakan sebagai pust kegiatan mereka. Puluhan Ribu Kepsek, Guru, TU dan Pustakawan se-indonesia di latih untuk lebih mengenal dan memanfaatkan teknologi melaui PIJAR (pelatihan Jardiknas). Sistem e-administrasi di kembangkan disana : NISN (nomor induk siswa nasional), NPSN (Nomor Pokok sekolah nasional). Semuanya lancar-lancar saja, walau baru lahir toh sisem ini benar-benar luar biasa. Sudah lewat 41 Juta Siswa se-indonesia terdaftar disana. Ini yang akan jadi bukti otentik jika ada penyelewengan bantuan. Setidak-tidaknya kita tau mana sekolah fiktif, mana siswa fiktif. Semuanya berjalan real time di sini, melalui Jardiknas.
Bahkan Maret 2007, Presiden SBY bersama Kepala SEAMAO meresmikan Jardiknas secara resmi di bali dan melaksanakan vicon ke seluruh Universitas/politeknik penyelenggara PJJ DTKJ se-Indonesia.
Itulah sekelumit kisah indah JARDIKNAS semasa ditangan orang-orang yang Ikhlas membangun pendidikan negeri, mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi bagi sekolah-sekolah di pelosok-pelosok negeri, bersama dengan Tupoksi yang sama : Mencerdaskan Anak Bangsa





